Menu

Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fenomena. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

Lagi-Lagi Tentang Habibie-Ainun :)

Berbicara dengan romantisme dan keteladanan cinta dari presiden kita yang ketiga ini memang ga ada habisnya. Bagaimana tidak? Semenjak cerita cinta beliau yang berasal dari buku dan dibuat filmnya, semakin banyak saja orang-orang yang membahas kisah mereka. Mulai dari sosial media di dunia maya, tulisan-tulisan dan artikel mengenai beliau, obrolan masyarakat sekitar, sampai interview khusus dengan beliau di berbagai media televisi. Tentu hal ini merupakan suatu fenomena baru di negeri ini. Di tengah-tengah carut marutnya dunia perpolitikan dan bencana di Indonesia, masih ada harapan baru bagi masyarakat untuk terus bangkit dengan inspirasi dari kedua pasangan ini.

Film ini juga berhasil mencetak rekor baru di dunia perfilman, karena dalam waktu 2 minggu, sudah ada sekitar 2 juta orang yang menyaksikan film ini di bioskop. Pujian dan kekaguman pun diberikan kepada orang-orang yang terlibat dalam pembuatan film tsb, tak terkecuali penulis cerita ini sendiri yaitu pak Habibie. Seiring dengan semakin lama beredarnya film ini, semakin sering pula kita menyaksikan pak Habibie 'beredar' di berbagai stasiun tv untuk menceritakan kisah di balik penulisan buku dan pembuatan film 'Habibie - Ainun'. Hampir semuanya berlokasi di ruang baca kediaman beliau di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Berbagai macam kisah diungkapkan oleh beliau. Dari kisah cintanya, dunia politik, sampai kisah di balik pembuatan pesawat terbang N-250. Dari sekian banyaknya tayangan wawancara ekslusif tentang beliau, ada satu acara yang sangat berkesan buat saya dan baru ditayangkan tadi malam. Acara itu ialah "Just Alvin" di Metro TV. Sebuah talkshow yg menjadikan sahabat para narasumber acara ini.

Berbeda dengan tayangan wawancara bersama pak Habibie lainnya yang hanya menampilkan pak Habibie seorang saja, di acara ini, kita juga bisa mendengar kisah di balik layar film "Habibie Ainun" lengkap dengan para pemain utamanya yaitu, Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari. Dari cerita mereka bertiga, banyak sekali info menarik yang jarang didengar oleh masyarakat. Salah satunya tentang kesan mereka ketika memainkan film ini dan proses pemilihan para pemainnya. Sama seperti film-film yang lainnya, mereka harus mengikuti audisi hingga bisa terpilih menjadi pemain. Yang menarik, ternyata Reza Rahadian baru terpilih menjadi tokoh utama di "last minute moment". Tadinya yang akan menjadi pak Habibie ada dua aktor yaitu Giring - Nidji yang menjadi pak Habibie muda dan Agus Kuncoro yang memerankan pak Habibie dewasa. Tapi karena kesibukan, maka terpilihlah Reza Rahadian di detik-detik terakhir sebelum syuting. Bunga Citra Lestari juga bukan merupakan pilihan utama tim produser karena sebelumnya Alya Rohali yang akan memerankan tokoh Ainun.

Sabtu, 22 Desember 2012

Manusia Mati Meninggalkan Data - Ust Felix Siaw

1. ada pepatah "harimau mati tinggalkan belang, manusia mati tinggalkan nama" | sudah mulai tidak sesuai lagi dengan realita

2. yang ada pepatah yang sesuai di abad 21 ini | "harimau mati tinggalkan belang, manusia mati tinggalkan data"

3. di masa kita, dunia merapat jarak menyempit | ditemukan dunia baru, dunia maya

4. facebook ibarat buku terbuka tentang kita dan sekitar kita | dan twitter sudah menggantikan kartu nama dan pengenal

5. zaman dulu sebelum sosial media membahana (nggak pake cetar ya) | manusia yang mati 'betul-betulan' mati

6. zaman sekarang -horornya- kita nggak benar-benar mati | setiap kawan atau -mungkin- lawan tetap jadi pemerhati

7. menarik, atau lebih tepat, mengkhawatirkan? | saat mengamati balik akun-akun yang telah ditinggalkan pemiliknya, untuk selamanya

8. mengamati posting, atau twit terakhir akun yang ditinggalkan pemiliknya | mungkin menjadi pelajaran baik bagi kita

Kamis, 08 November 2012

Hanya Tidak Ingin Terulang Lagi

"lebih baik jadi mantan orang salah daripada jadi mantan orang shaleh.." 

Begitulah kurang lebih quotes yang diucapkan oleh 'kembaran' saya (karena kita lahirnya di tanggal yang sama.hehe) sewaktu itikaf di mesjid bareng-bareng pada Ramadhan lalu. Sebuah kalimat sederhana tapi sangat mendalam artinya bagi saya pribadi.

Sebenernya kalimat tadi itu ngegambarin fenomena yang seringkali terjadi di kalangan aktivis dakwah terutama di masa transisi dari dunia sekolah ke kampus (untuk aktivis dakwah sekolah) dan dari kampus ke masyarakat (dunia kerja, rumah tangga, politik, dan ranah lainnya). Hakikatnya manusia yang beruntung itu ialah manusia yang lebih baik dari hari ke hari, tapi masih banyak orang-orang yang malah mengalami penurunan dalam hal apapun di keesokan harinya. Sama kayak fenomena ini. Ga sedikit para aktivis yang mengalami perubahan karakter (baik jadi lebih baik atau jadi lebih buruk) ketika memasuki dunia yang berbeda. 

Sejak masa putih abu, udah banyak contoh-contoh fenomena yang sering saya liat di sekitar saya. Seorang ketua ekskul pecinta alam yang identik dengan dunia hedonnya ketika di kampus malah menjadi ketua di salah satu departemen lembaga dakwah kampus. Sementara seseorang yang dulunya ketua rohis di sekolah malah terlibat kasus VMJ terang-terangan dan keluar dari barisan sejak masuk dunia kampus yang lebih heterogen. Ironis memang. Tapi ternyata pola tadi juga terjadi ketika memasuki masa transisi selanjutnya antara dunia kampus dengan dunia masyarakat tadi. Seseorang yang dulunya dibesarkan dan terjun di dunia entertainment saat ini malah berputar 180 derajat menjadi seorang pendiri komunitas khusus muslimah yang berhasil merangkul temen2nya di bidang entertainment tadi untuk lebih mengenal Islam dengan baik dan menjadi inspirator para remaja lainnya. Sementara seseorang yang dulunya ketua organisasi Islam kampus dan menjadi teladan di kampusnya saat ini malah (lagi-lagi) terbukti sedang menjalin hubungan dengan perempuan yang bukan mahramnya secara terang-terangan . Sungguh suatu hal yang bener-bener bikin kita sedih ngedengernya.

Rabu, 24 Oktober 2012

Berhutang Bukan Sekedar Mitos

Minggu - minggu awal perkuliahan saya di IEF (Islamic Economics and Finance) Trisakti ini, para mahasiswanya diberi banyak gambaran dan pola pikir bahwa yang namanya ekonomi konvensional itu pada dasarnya merupakan suatu bentuk konspirasi dunia untuk menutupi fakta kehebatan ekonomi Islam yang pernah berjaya selama 14 abad. Yang menarik ada 2 hal yang sering didiskusikan di kelas mengenai bentuk "pengaburan" oleh para ekonom Barat yaitu mengenai Hutang dan Riba. Untuk tulisan kali ini, kita bahas tentang hutang dulu yuk..

Berbicara tentang hutang, tentunya kita jadi inget sama persamaan akuntansi yang bilang klo yang namanya Aktiva (Aset) = Kewajiban (Hutang) ditambah Ekuitas (Modal). Jadi secara ga langsung, ilmu ini ngajarin klo pada dasarnya berhutang untuk membeli aset baru bagi perusahaan itu sah-sah aja. Malah dalam ilmu konvensional ini, udah jadi hal yang wajar jika sekian banyaknya aset yang dimiliki mampu dibeli dengan sejumlah utang yang kita punya. Jadinya ga heran kalau mayoritas pola pikir masyarakat kita sekarang ini lebih suka berhutang dulu untuk ngedapetin sesuatu baik untuk konsumsi pribadi (beli rumah, mobil, motor,dkk) sampai utk kegiatan bisnis (beli peralatan, mesin,,dkk). 

Sabtu, 10 Desember 2011

Hari Anti Korupsi 2011

9 Desember 2011 merupakan peringatan hari anti korupsi sedunia. Tapi momen perayaan hari anti korupsi di negeri ini sedikit berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau biasanya hari itu dihiasi dengan aksi unjuk rasa utk memberantas korupsi di seluruh penjuru negeri, maka pada tahun ini, aksi demo tersebut tetep bertahan. Nah lho, terus bedanya dimana? tenang dulu, kawan. Yang bedanya justru dari lembaga ujung tombak pemberantas korupsi di negeri ini, apa lagi klo bukan KPK.

Hari anti korupsi kali ini bertepatan dengan pergantian pimpinan KPK yang sebelumnya dipegang oleh Busyro Muqqodas. Dari berbagai calon yg mengajukan diri sebagai ketua KPK, terpilihlah 5 orang yang menjadi calon ketua KPK. Mereka adalah Abraham Samad, Bambang Widjowanto, Adnan Pandupraja, Zulkarnain, dan Busyro Muqqodas. Dan tahukah, kawan, ternyata hasil perolehan suaranya sangat didominasi oleh satu nama yg memperoleh 43 suara sementara runner upnya cuma dapet 5 suara, sisanya cuma 1,3,dan 4. waaaw,,benar2 perbedaan yang sangat jauh banget. Siapa kira2 yg meraih suara terbanyak tersebut. Ternyata Abraham Samad, ketua KPK terpilih berhasil mengalahkan pendahulunya yg menjadi runner up, Busyro Muqqodas. 

Pada awalnya, saya pribadi ngerasa sedih karena jagoan saya, pak Busyro Muqqodas, yg saya yakini kredibilitasnya ternyata belum bisa mempertahankan kedudukannya sebagai ujung tombak KPK. Saya pun penasaran dengan sosok Abraham Samad dan setelah membaca sebuah majalah yang menampilkan wawancaranya dengan sosok ketua KPK yg baru ini, saya semakin yakin dengan amanahnya yg baru di KPK ini. 

Selasa, 22 November 2011

Sea Games 26 : Indonesia Memang Bisa..!!!


Entah karena adanya sugesti dari lagu - lagu soundtrack event besar ini yg mengatakan klo Kita dan Indonesia bisa; Entah karena adanya pembukaan yang sangat spektakuler; Entah karena adanya bonus Rp200juta dari Menpora buat peraih medali emas; Entah karena kita sebagai tuan rumahnya; Entah karena adanya mental juara para pelatih dan atlet di lapangan; Entah karena adanya lagu SBY untuk event ini (lho?); Entah karena dukungan dan doa jutaan pendukung event ini; dan juga berbagai alasan lainnya, yang pasti Allah swt telah meridhai dan menakdirkan Indonesia untuk merebut kembali singgasana Sea Gamesnya yang terakhir dipegang tahun 1997 silam.
Kita berhasil menjadi juara umum Sea Games,kawaaan..!!
Sungguh suatu hal yang sangat istimewa, apalagi hasil ini melampaui target yang ditetapin. Dari sekitar 150 emas yang ingin diraih, para atlet kita berhasil merebut 181 emas, 151 perak dan 142 perunggu. Meskipun jumlah ini menurun dari perolehan emas di thn 1997 yg mencapai 194 emas, tapi prestasi ini benar-benar luar biasa bagi kita. Apalagi Thailand sebagai runner up cuma bisa meraih 107 emas (jauh banget kan ya). 
Hal ini bener-bener merupakan suatu hadiah istimewa bagi rakyat Indonesia dan sebagai pelipur lara atas kekecewaan dan kesedihan kita yang lagi-lagi harus mengalah sama Malaysia di GBK sehari sebelumnya. Memang nyesek banget, tapi timnas Garuda Muda kita udah totalitas berjuang di final kemaren kok. Buktinya, adu penalti harus dilakukin setelah perpanjangan waktu belum bisa mengubah kedudukan. Kesempatan kita untuk menaklukkan Harimau Malaya juga masih ada kok :)

Salah satu hal yang saya rasain adalah suasana united n rising-nya itu kerasa banget. Gimana gak,kawan. Setiap tempat yang saya lewati, dari mulai mall - mall di pinggir jalan sampai warung tegal sekalipun, semua orang berkumpul untuk melihat pertandingan atlet-atlet yang berjuang membawa nama Merah Putih. Tak terkecuali saya. Pagi-pagi udah nyalain tv buat liat liputan Sea Games n jadwal pertandingan hari itu padahal malem harinya saya udah udah ngedengerin rekap perolehan medali di hari itu. Ditambah lagi, update-an dr berita berjalan di tv2 pun sangat rajin memberitakan peningkatan medali yg kita raih tiap selesai pertandingan cabang olahraga di event ini.

Bukan hanya itu, kawan. Risingnya perolehan medali kita pun diiringi dengan rising-nya para atlet kita. Regenerasi atlet udah terlihat di beberapa cabang olahraga (ga hanya sepakbola dgn tim U-23nya aja ya). Yang paling bikin saya tersentak kaget adalah bahwa pada Sea Games tahun ini, mayoritas atletnya itu berada di usia yg sama kayak saya. Kalau dulu saya cukup menikmati pertandingan mereka karena mereka layaknya kakak2 saya yg sedang berjuang untuk negara ini, sekarang saya juga harus mulai sadar bahwa usia 20an seperti saya ini merupakan usia yang tepat untuk lebih berkontribusi langsung pada negeri ini. Apalagi peraih medali emas itu pun banyak diraih oleh mereka yang berusian 20an. Ga tanggung - tanggung, temen saya dan adik kelas saya di SMA ada yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di akhir pertandingan mereka.

Sabtu, 12 November 2011

Sea Games 26 : United and Rising

wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o
wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

aku di sini kau di sana, tak menghalangi jiwa kita
dalam hangatnya sang mentari satukan jiwa dan hati
berpegang tangan dalam mimpi yang sama
dan tunjukkan kepada dunia

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!


wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o, wae wa e o

menang kalah bukan masalah
persahabatanlah yang terhebat
senyuman hangat takkan terlupakan
dan tunjukkan kepada dunia

kita bisa, kita pasti bisa
kita akan raih bintang-bintang
kita bisa jadi yang terdepan
bersatu bersama dalam satu irama
terbang meraih kejayaan, kita bisa!


Akhir – akhir ini lagu di atas sering banget kita dengar apalagi sejak gelaran event terbesar se-Asia Tenggara ini resmi dibuka pada tanggal cantik tahun ini, 11-11-11. Sea Games yang berlangsung selama 22 hari di Palembang – Jakarta ini membawa perhatian jutaan mata di penjuru negara anggota ASEAN untuk menyaksikan kehebatan atlet-atlet perwakilan masing-masing negara. 

Rabu, 07 September 2011

Pra Piala Dunia : Indonesia vs Bahrain





Harapan masyarakat Indonesia untuk memenangkan pertandingan pertama di kandang sendiri dalam kualifikasi pra piala dunia ini pun pupus sudah. Indonesia terpaksa bertekuk lutut atas kelincahan pemain Bahrain dengan skor 0-2 yang berhasil dibobol lawan 1x gol pada setiap babaknya. Meskipun kalah, para suporter yang sportif pastinya tetap menghargai dan mendukung jerih payah pemain timnas untuk memperjuangkan tempat kita di piala dunia nanti. 


Pertandingan yg berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno ini punya cerita tersendiri yg cukup unik dibandingin sama pertandingan yg udah berlangsung selama ini. Di menit ke 70, ada segelintir suporter (atau oknum ya) yang berhasil menarik perhatian seluruh masyarakat yg menyaksikan pertandingan ini. Apakah itu? yup, adanya petasan (ada yg bilang jg kembang api) berhasil membuat emosi sebagian dari kita naik gara2 hal tsb bikin pengawas dari FIFA bertindak tegas dengan menghentikan permainan ini. Oleh karena itu, pemain Bahrain segera dipanggil utk masuk ke ruang ganti pemain, Pemain timnas kebingungan dan segera melobi tindakan ini yg diwakilin sama kapten timnas kita, Bambang Pamungkas. Penonton di GBK juga terdiam terpaku merhatiin kejadian ini yg beberapa diantaranya tetep meriahin stadion ini dgn trumpet2 mereka. Terus pelatih n pejabat qta pada ngapain? Pelatih kita katanya sih cuma diem aja ga terjun langsung ngedampingin Bepe negosiasi ma pihak pengawas. Terus pejabat PSSI ga terlalu keliatan di layar kamera. Dan yg paling parah, presiden qta yg nonton secara live disana bareng keluarganya malah balik kanan ninggalin stadion ini. Harapannya sih ikut turun ke bawah buat ngebantuin pemain qta yg lagi pada ngerayu para pengawas. tapi ternyata beliau malah pulang ga balik lagi gara2 kecewa sama suporter kita. (cek aja di sini )

Rabu, 31 Agustus 2011

Makna Lebaran di Mata Partai Politik

Terlepas dari kontroversi masalah jatuhnya tanggal 1 Syawal 1432 H di bumi pertiwi ini, mayoritas masyarakat Indonesia melaksanakan ibadah shalat Iednya pada tanggal 31 Agustus 2011 sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Kementrian Agama. Berbagai acara televisi pun menayangkan program2 unggulan edisi lebaran, tak terkecuali TVone.

Malam itu, acara Apa Kabar Indonesia Malam edisi spesial Lebaran cukup berbeda dari biasanya. Masing-masing perwakilan parpol yang mendominasi pemerintahan saat ini diundang oleh TVone utk hadir di acaranya tersebut. Mereka diundang bukan untuk berdebat soal isu-isu yg beredar saat ini, dari kasus Nazarudin sampai kasus kontroversi 1 Syawal. Mereka datang untuk saling bersilaturahmi di momen lebaran ini. Diskusi ringan dibicarakan dalam forum ini dipandu oleh presenter utama acara ini, Tina Talisa.

Masing-masing dari mereka mengungkapkan makna lebaran bagi diri masing-masing dan kaitannya dengan pemerintahan dan negara Indonesia pada umumnya. Bang Ical selaku perwakilan dari Golkar, Anas Urbaningrum selaku ketua Partai Demokrat, Menteri Agama kita, Suryadarma Ali selaku perwakilan dari PKB, dan nama-nama lainnya bergantian mengungkapkan pendapat mereka masing-masing. Diantara pendapat mereka, ada salah satu pendapat yang cukup berkesan bagi saya yang bakal saya ceritain di sini. Pendapat itu datang dari Bima Arya S, salah satu kader PAN yang sosoknya saya tau lewat komentar2nya di program Democrazy sebelum dirinya bergabung kembali dengan parpol ini.

Jumat, 19 Agustus 2011

Indonesia 66


Hmm,judulnya mirip trending topic twitter menjelang peringatan hari kemerdekaan kita ya?! Yup, emang sengaja ngasih nama yg sama kyk judul topik twitter waktu itu. Soalnya di postingan kali ini bakal lebih banyak ngebahas soal perayaan kemerdekaan RI yg ke 66 di dunia maya.

H-1 Kemerdekaan RI tgl 16 Agustus 2011 kemarin, para pengguna twitter pada asyik berkicau soal kemerdekaan RI dgn topik #Indonesia66. Meskipun cuma sebagai pengamat, banyak kata-kata menarik yang sangat berkesan buat saya.sayangnya saya ga sempet ngedokumentasiin saking banyaknya.. :( . Balik ke topik, di edisi ini mayoritas pada ngungkapin komen2 mereka ttg negara kita yg udah tua ini. Dari yang bagus - bagus sampai ke komen negatifnya. Bahkan sampai ada yg ngusulin supaya matikan tv saat ngedenger pidato kenegaraan pak SBY. he, jahat banget ya. ya mungkin itu salah satu ungkapan kekecewaannya karena negara ini ga cukup membaik di bawah kepemimpinannya yg udah hampir 8 tahun itu. Ditambah lagi isu yg lagi beredar saat ini adalah kasus nazarudin yg ga beres2 sama ttg negara indonesia yg dinilai gagal sama beberapa pihak krn dari hasil penelitiannya (lupa siapa orgnya), Indonesia memiliki beberapa ciri-ciri dari kegagalan suatu negara. Makanya ada jg yg komen klo "negara ini tidak gagal, yg gagal itu pemimpinnya".Hmm,bisa jadi bahan intropeksi jg tuh ya. Bukan hanya itu aja, di topik ini, banyak banget org2 yg nyampein quotes dari para pahlawan negeri ini. Ada quotes dari Soekarno, Kartini sampai BJ Habibie. Cuma sayangnya itu tadi, saya ga sempet ngeabadiin tulisan2nya soalnya update bgt sampe beribu2 kicauan gitu sih.he


Di hari H tgl 17 Agustusnya, makin heboh aja perayaan kemerdekaan kita di dunia maya ini. Ga hanya twitter, google pun mengganti desain gambarnya jadi ada gambar lomba panjat pinang gitu sebagai salah satu ciri khas dari hari ulang tahun negara kita. Ternyata, ga hanya itu,kawan, di dunia maya ini pun digelar upacara digital kemerdekaan Indonesia lengkap dengan pemimpin, pembina upacara, pembaca teks proklamasi, paduan suara, dan pelengkap upacara lainnya. Cek aja di situsnya www.id-optimis.org . Saya juga ikutan upacaranya meskipun ga ontime..hehe. Jujur, saya kagum dengan konsep upacara digital ini. Upacara ini bikin kita yg udah lama ga bisa menikmati upacara peringatan kemerdekaan di dunia nyata bisa ikut menikmatinya juga. Apalagi masing-masing pemegang peran di upacara digital itu dijelasin cukup detail biar kita tau siapa aja mereka itu. Yang menarik adalah para pembina upacaranya yang terdiri dari 6 orang yg mewakili berbagai bidang. Dari 6 orang itu, saya cuma ngedengeri 3 org diantaranya soalnya saya suka sama mereka bertiga secara personal.

Senin, 25 Juli 2011

Even The Best Chef Has A Bad Day


"Even the great chef has a bad day..Today is your bad day.." 

Itulah yang dikatakan oleh Chef Master Juna ketika mengumumkan eliminasi Master Chef kepada Fero. Fero merupakan  salah satu kandidat yang paling dijagokan oleh para juri Master Chef Indonesia dan para pemirsa setianya tentunya. Sempat dua kali masuk ke kompetisi ini dan berulang kali menjadi pemenang dari setiap tantangan yang diberikan Chef Master tentunya membuat kita bertanya-tanya kenapa dia tidak berhasil masuk ke babak 5 besar. Tapi kenyataannya, itulah yang terjadi. Babak eliminasi tersebut merupakan kesempatan terakhir seorang Fero yang akhirnya harus meninggalkan galeri Master Chef hanya karena kesalahan yang dilakukannya sedikit lebih banyak dibandingkan dengan kompetitornya ketika itu. Bener-bener nyesek dan suatu kesalahan yang sangat disayangkan oleh kita semua.

Pernahkah teman-teman semua mengalami hal seperti Fero tsb? Ketika kita terpaksa jatuh tersungkur oleh sebuah kesalahan kecil tapi malah berakibat fatal untuk karir atau kinerja kita? Ketika kita berada dalam titik terendah oleh sebuah kesalahan tak terlihat sehingga menjatuhkan semangat kita?

Saya pernah,kawan. Dan hal tersebut baru saja terjadi dalam kehidupan saya. Ketika itu di kelas saya sedang ada pengumuman IP semester ini. Berhubung suasananya sedang liburan, jadi masing-masing dari kita pada pisah-pisah posisinya. Ada yang masih di kampus dan ga banyak yang udah ada di kampung halamannya masing-masing. Untuk tau nilai tersebut, kita harus menghubungi dosennya langsung yg bertanggung jawab saat itu, Wali kelas dan Ketua Program Studi. Sama dengan teman-teman yang lain, saya pun cukup penasaran dan dagi-dig-dug duer nungguin pengumuman tsb. Bahkan karena ga terlalu yakin sama hasil UAS, saya dan teman saya sempat menbuat prediksi IP yang akan didapat. Ada 3 kondisi yang saya buat ketika itu. Kondisi 1 dengan kemungkinan nilai terburuk. Kondisi 2 itu yang disesuaikan dengan kinerja selama 1 semester terakhir, dan yang terakhir adalah kondisi ideal yang diharapin. Rada ribet ya,padahal sebelumnya saya belum pernah membuat prediksi sampai sedetail itu.

Minggu, 24 Juli 2011

Tipologi Pengguna Media Sosial : dari “The Angels” sampai “The Curhaters”


Semakin canggihnya media teknologi saat ini, semakin terasa dekat pula jarak yang tercipta diantara manusia satu sama lainnya. Percakapan seseorang yang berada di Bandung dengan temannya yang berada di Jepang dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui fasilitas yang diciptakan beberapa situs jejaring sosial yang sedang ngetren di dunia saat ini, apalagi klo bukan Facebook dan Twitter.

Kedua jejaring sosial tersebut memiliki ‘pengikut’ yang begitu besar dan negara kita ini termasuk dalam 5 besar pengguna situs tsb. Begitu besarnya fenomena ini berhasil mengundang para peneliti professional untuk mengetahui karakter dari masing-masing pengguna kedua jejaring sosial terbesar saat ini.

Penelitian yang dilakukan oleh ETNOMARK Consulting berhasil memetakan tipe pengguna media sosial berdasarkan motivasi dan tujuan posting dalam status update-nya. Teknik yang digunakannya adalah netnografi, yaitu teknik studi etnografi (ga ngerti sebenernya) via internet yg merupakan studi kualitatif konstektual. Eksplorasi dilakukan melalui ratusanposting dalam Facebook dan Twitter. Hasil studinya menjelaskan adanya tujuh tipe pengguna media sosial. Pengen tau kan? Let’s check this out..!!

1.       The Angels
Cirinya : opinion leader. Seneng sharing pengetahuan dan pengalaman. Tokohnya biasanya dosen, pembicara, motivator, ustad, dsb.

Contoh status atau kicauannya (sengaja dibagi dlm 3 topik utama : pernikahan William-Kate, the last film Harry Potter sama PSSI & Timnas)
“Sebagai icon dari brand negerinya, William-Kate perlu mempertahankan brand imagenya”
“Film Harry Potter mengajarkan kita tentang cinta dan persahabatan yang berhasil mengalahkan kesombongan dan kebencian Lord Vordemort dan para pengikutnya”
“Meskipun, ketua pengurus PSSI dan pelatih timnas udah berganti, merah putih dan garuda akan tetap di dadaku..”

2.       The Learners
Yang termasuk tipe ini adalah mereka yang para pembelajar, pengumpul referensi, mencari solusi dari masalah. Mereka juga sering melakukan sharing ulang atau re-tweet

Contohnya :
“udah dateeeng..itu mobil anti peluru, anti roket launcher ga ya?”
“efek filmnya bener-bener dahsyat n keren abis!!  the only one film 3D in Harry Potter the Movie”
“Biaya kongres PSSI yang rusuh itu mencapai 2 milyar!! Wow, sayang banget ya..”

Senin, 02 Mei 2011

Di Balik Dahsyatnya Fenomena Facebook

*repost dari note fb*

Kawan,waktu perkuliahan kemarin, saya dan teman2 sekelas terdiam membisu karena dikejutkan oleh sebuah berita mengenai facebook dari dosen kami.Kebetulan temen saya juga ada yg memberi info tsb secara langsung d fb ini,karena itu saya sengaja ingin sharing k temen2 di note ini.

tulisan ini sumber sebuah blog.smoga bermanfaat..

"Pernah mendengar tentang sebuah tempat di mana orang-orang menyampaikan keluhan-keluhannya, doa-doanya, harapan-harapannya, hingga semua hal yang ada dipikirannya, ia tumpahkan di tempat itu? Pernah? Simbah tidak sedang membicarakan Masjid, lho? Tempat yang simbah maksud ini adalah sebuah tembok…

Gimana? Sudah tahu?

Ya, tempat itu bernama Tembok Ratapan (Wailing Wall). Tembok Ratapan terletak di Palestina dan kini dicaplok oleh Israel. Terlepas dari kontroversi akar sejarahnya yang diklaim sebagai bagian dari Haikal Sulaiman, ataupun indikasi kuatnya sebagai bagian dari propaganda zionis untuk menguasai al-Aqsa dan legitimasi politik atas pendudukan mereka di Al-Aqsa, saat ini masyarakat internasional mengenalnya sebagai Tembok Ratapan.