Menu

Senin, 03 Februari 2014

My Supermom is My Idol

Hari ini hari yang istimewa. Tepat 45 tahun yang lalu, Allah telah menakdirkan kelahiran seorang perempuan mungil di salah satu sudut kota Bandung yang sangat sejuk. Seseorang tersebut di kemudian hari menjadi salah seorang yang penting dan berjasa besar dalam kehidupan saya. Karena dari rahimnya lah, saya dapat hidup di dunia dan merasakan berbagai kehangatan dan kasih sayang yang begitu besar dari tangannya kepada saya, adik-adik saya, dan juga tentunya ayah saya sendiri. Yup, hari ini adalah hari kelahiran ibu saya, seorang supermom tangguh yang telah membesarkan dan mendidik keluarganya sampai seperti sekarang ini. 

Saya memanggil beliau dengan sebutan mama. Dibandingkan dengan adik saya, saya memiliki banyak kesamaan dengan mama. Tanggal lahir yang berdekatan, wajah yang begitu mirip, bahkan beberapa kesamaan sifat lainnya membuat saya bisa bersahabat dengan ibu saya ini. Mungkin karena salah satu tuntutan pekerjaannya yang harus selalu up to date dengan informasi perkembangan dunia saat ini, maka secara tidak langsung, mama termasuk orangtua 'gaul' yang bisa menyetarakan dirinya dengan perkembangan usia anak-anaknya. Hal inilah yang membuat saya bisa bebas menceritakan hal-hal apapun berkaitan dengan dunia saya dan menjadikan saya pribadi yang cukup terbuka dengan mama. Hampir setiap tokoh-tokoh berkesan yang telah mewarnai kehidupan saya, saya ceritakan padanya. Mulai dari dunia sekolah, dunia kantor, bahkan tokoh-tokoh inspiratif seperti penulis buku dan dosen-dosen favorit pun, beliau mengetahuinya.

Minggu, 15 September 2013

The Khilafa - Di Balik Negeri Palestina yg Jarang Terungkap

"Tidak seorang Palestina pun pernah meminta kepada Tuhan untuk dilahirkan di Gaza. Allah memilih mereka dan menempatkan mereka disini. Allah memilih aku, Allah memilih kamu. Ketika kau lahir di Indonesia dan menikmati masa kecilmu dengan bahagia maka itulah pilihan hidupmu. Tapi pernahkan kau membayangkan bahwa seumur hidup kau akan tinggal di balik tembok batu dan baja?"

Itulah salah satu dialog yang terjadi dalam buku ini, sebuah cerita berdasarkan riset dan kondisi nyata yang sedang terjadi di negara Palestina yang jarang diekspos oleh media (atau malah sengaja disembunyikan). Buku ini menceritakan tentang perjalanan seorang wartawan Indonesia yang bernama Bumi dari Bandung. Ia terjebak di Palestina ketika mengalami kecelakaan sewaktu mengikuti tur wisata rohani mengunjungi tempat-tempat bersejarah bagi 3 agama di negeri tsb. Selama terjebak disana, ia bertemu dengan Syaikh Naggar yang menjadi pembuka informasi bagi para pembaca mengenai kondisi sebenarnya yang terjadi di Palestina

Merupakan kisah terakhir dari trilogi karangan Zaynur Ridwan yang dikemas secara menarik dan ringan dibaca tetapi berdasarkan riset mendalam sehingga membuka wawasan, hati, dan pikiran masyarakat khususnya kaum Muslim terhadap konspirasi Israel-Amerika dan rencana besar mereka terhadap Palestina. Dibandingkan dengan buku "Novus Ordo Sclorum" dan "Greatest Design", buku ketiga ini cukup ringan untuk dicerna dan dinikmati para pembaca.

Minggu, 07 Juli 2013

Juni 2013 : Lelahnya Membahagiakan (Part Two)

Setelah berbagi kisah keseruan dan perjuangan dengan amanah baru pada pertengahan tahun ini di tulisan sebelumnya, disini bakal dilanjutin lagi keseruan pelatihan di minggu terakhir dan minggu pertama ketika masing-masing dari kita mulai berjuang di cabang atau divisi kantor pusat sesuai penempatan yang telah diberikan. Simak bareng-bareng yuk :D

Minggu Ketiga
Tak terasa, kebersamaan di pelatihan bareng temen2 ADP batch 13 telah memasuki minggu terakhir. Tiga minggu yang pada awalnya terasa begitu berat di awal ketika pertama kali memasuki suasana pelatihan ini menjadi tidak ada apa-apanya dibandingan sama kebersamaan dan kenyamaan bareng temen2 satu batch. Jadinya suasana melankolis pun begitu terlihat dan jadi percakapan yang mendominasi di setiap sesi bareng mereka. Waktu istirahat makan siang dan coffee break pun jadi momen untuk nostalgiaan mengenang masa-masa bareng mereka selama 2 minggu terakhir. Sesi foto2 bareng pun diperbanyak dan setiap keseruan bareng mereka selalu menimbulkan kebahagiaan tersendiri untuk dikenang di suatu hari nanti.

Materi selama minggu terakhir ini pun ga seberat materi di awal-awal, bahkan kita sering bareng pulang lebih cepat karena materinya yang lebih singkat. Di minggu ini lebih banyak ngebahas tentang kepegawaian, urusan umum kantor, pengenalan produk secara umum, standar layanan, dan ditutup dengan pengenalan sistem keamanan kantor melalui whistle blowing system. Alhasil karena pulangnya lebih cepet, jadi momen-momen bareng mereka juga bisa lebih dimaksimalin setiap sesi materi selesai. Yang menarik, kita dapet perpanjangan satu hari di hari Senin sehingga waktu kebersamaan bareng mereka juga diperpanjang satu hari. Hal itu bener-bener jadi suatu hadiah dari tim SDM kepada kita karena secara pribadi kita sendiri ingin memperlambat waktu perpindahan kita dari masa pelatihan ke tempat perjuangan OJT (On The Job Training) setaun ke depan. Ditambah lagi, waktu perkuliahan saya selama seminggu itu tidak sepadat biasanya. So, saya masih bisa memperpanjang seru-seruan bareng mereka terutama sama temen-temen di genk kereta karena saya masih bisa pulang bersama mereka. Soalnya waktu udah dipindah ke cabang nanti, saya belum tentu nemuin temen pulang pergi bareng mereka semua :D

Minggu, 30 Juni 2013

Juni 2013 : Lelahnya Membahagiakan (Part One)

Akhir semester 2013 telah tiba. Artinya udah setengah perjalanan di tahun 2013 yang udah kita lewati. Seperti yang udah dibahas di tulisan ini, di bulan Juni ini untuk pertama kalinya saya memegang amanah baru sebagai salah satu pegawai di bank syariah.hehe. Di tulisan kali ini, saya ingin berbagi kisah luar biasa yang udah saya jalanin selama sebulan jadi pegawai dan mahasiswa..Pengen tau lebih lengkapnya kan? :D

Sama seperti program pengembangan karir di beberapa bank lainnya, program yang saya ambil juga mewajibkan para pegawai baru untuk mengikuti pelatihan sebelum terjun di tempatnya masing-masing untuk berkontribusi. Berbeda dengan angkatan sebelumnya, di tahun 2013 ini, pelatihan yang harus diikuti berlangsung selama 3 minggu (biasanya satu minggu saja) dan udah dipisah sejak awal antara mereka yang akan berada di depan layar alias frontliner dengan orang-orang di belakang layar alias back office. Selama 3 minggu ini, kita akan dibekali ilmu-ilmu dasar mengenai produk dan sistem di bank syariah tersebut. Tempatnya terpusat di wilayah Slipi bersebelahan dengan Jakarta Design Center. Banyak hal-hal baru yang saya dapetin selama 3 minggu tersebut + 1 minggu di tempat kontribusi masing-masing. Bukan hanya ilmu perbankan yang saya dapetin, tapi juga keluarga baru, pelajaran-pelajaran baru tentang persahabatan, cinta, perjuangan, keteladanan, dan hikmah-hikmah tersirat dari setiap kegiatan yang saya alami selama sebulan terakhir.

Kisah ini bermula pada tanggal 3 Juni 2013. Setelah melewati kekecewaan di awal karena adanya pengunduran tanggal pelatihan yang seharusnya udah dijalanin sejak tanggal 20 Mei 2013, alhamdulillah hari pertama pun dimulai juga. Sekitar 34 orang ADP angkatan 15 yang nantinya akan dilepas secara terpisah ke wilayah Jabodetabek dan Cilegon sesuai dengan penempatan yang diatur oleh pihak HRD di perusahaan ini. Meskipun awalnya ke-34 orang ini tidak saling mengenal tapi ternyata 3 minggu menjadi waktu yang terlalu singkat hingga kita pun berusaha untuk mengikhlaskan diri menuju wilayah penempatan dari masing-masing orang. Yang menarik, selama pelatihan ini, kami diberi materi selama seharian penuh yang diselingi sama 2x coffee break dan lunch secara gratis (potong uang makan tentunya). Jadi selama 3 minggu itu, kita ga hanya dikasih ilmu untuk setahun ke depan tapi juga asupan gizi sebelum ditempatkan di wilayah masing-masing :D

Kuliah sambil Kerja vs Kerja sambil Kuliah

Waktu terus berganti. Ga kerasa, udah hampir setengah tahun kehidupan di tahun 2013 ini berlalu. Banyak hal-hal dan peran-peran baru yang udah dijalanin selama 6 bulan terakhir ini. Jika tahun 2012 dipenuhi sama kesibukan menyusun tugas akhir dan tantangan-tantangan akhir tahunnya, di 2013 ini dunia saya dipenuhi sama tugas-tugas kuliah dan mulai meningkatkan kapasitas diri untuk menjadi amfibi yang hidup di dua dunia menyusul teman-teman saya di S2 ini yaitu : memasuki dunia kerja dan akademis sekaligus.

Keinginan itu mulai dipenuhi oleh Allah sejak bulan Juni 2013 ini. Setelah melewati berbagai macam tahapan seleksi untuk bisa berkontribusi di dunia yang saya pilih yaitu perbankan syariah sejak pertengahan tahun lalu, alhamdulillah waktu yang tepat itu datang juga. Pada awal bulan Juni 2013 ini,saya memulai peran baru saya pada Asisten Development Program di salah satu bank syariah. (ada yg bisa nebak? :p). Keputusan saya untuk terus melanjutkan proses tersebut bisa dibilang ga terlalu mulus juga. Berawal dari info temen di kampus tentang lowongan tersebut, sekedar coba-coba untuk meng-apply lowongan tersebut hingga ternyata setiap prosesnya begitu dimudahkan, saya pun mengalami dilema dan kegalauan untuk meneruskan proses tersebut. Padahal ini baru soal memasuki dunia kerja ya, apalagi klo ntar menghadapi proses menjelang nikah yang menentukan pasangan hidup dunia akhirat, mungkin bisa lebih dilema lagi kali ya..hehe :p

Sabtu, 04 Mei 2013

Masalah yang Menyatukan Kita

repost suatu pelajaran dari 4 tahun sebelumnya, tahun 2009 yg kembali terulang..

Disadari atau tidak, adanya masalah (baik kecil maupaun besar) yang terjadi di sekitar kita, khususnya dalam lingkungan organisasi, dapat meningkatkan kebersamaan, kekompakan, dan persaudaraan orang – orang yang berada di dalamnya.

Hal itulah yang sering terjadi dalam hidup saya.

Kekhawatiran akan tidak lulusnya seseorang dalam suatu ujian membuat seluruh siswa kelas 3 belajar bersama – sama sepanjang waktu

Kekurangan barang-barang logistik dan dana suatu kegiatan membuat semua panitia rela begadang semalaman untuk mempersiapkan hal itu

Bentakan para tatib, ungkapan sindiran dan kekecewaan dari ketua serta hukuman fisik dan mental yang terus diterima membuat semua peserta latihan kepemimpinan bersatu mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk membuktikan ketangguhan mereka

Tanggung jawab mengkader adik kelas, keangkuhan masing2 bagian yang bekerja secara parsial, meningkatnya selisih paham dan perdebatan yang tak menyelesaikan masalah membuat semua pengurus OSIS bersatu dalam tulusnya ungkapan saling memaafkan dan keterbukaan hati untuk lebih memahami satu sama lain.

Ungkapan senior yang meragukan kekompakannya, membuat angkatan 2008 bersatu untuk membuat acara kebersamaan angkatan.

Teguran sang ketua secara terang-terangan membuat suatu komunitas badan legislatif tersadar untuk menyamakan persepsi sehingga menimbulkan semangat dan rasa kekeluargaan yang begitu tinggi dan bertekad agar saling mengingatkan satu sama lain untuk meningkatkan kinerja mereka

Ketidaknyamanan dalam suatu kelas yang dapat menghambat penerimaan ilmu yang mereka terima membuat suatu angkatan menjadi kompak untuk bisa memperjuangkan hak mereka

Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Masalah.
Sebuah kata yang mungkin akan membuat stress orang-orang yang memandang kata itu sebagai suatu beban yang harus disingkirkan. Namun, kata itu bisa membangkitkan semangat orang2 yg memandangnya sebagai suatu batu loncatan menuju kualitas diri yang lebih baik.

Jumat, 19 April 2013

Pelajaran dari Mereka yang Mendahului Kita

Dalam dua hari terakhir ini, saya mendapatkan berita yang sama-sama mengejutkan saya di pagi hari. Keduanya disampaikan via media sosial oleh orang lain. Keduanya sama-sama menandakan suatu awal peristiwa baru bagi perjalanan hidup seseorang. Tapi yang membedakannya ialah reaksi dari kedua kabar tersebut. Yang satu membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang mendengarnya dan terkadang menimbulkan keinginan untuk menyusul mereka. Tapi kabar yang satu lagi cenderung membuat kita tertunduk menahan kesedihan dan merenungi kehidupan ini, namun berbeda dengan kabar sebelumnya, kali ini, sedikit sekali yang memikirkan kapan waktu dirinya menyusul pemilik berita tersebut. Kabar sebelumnya tentang bersatunya dua keluarga dalam sebuah ikatan pernikahan sementara yang terakhir merupakan kabar berpindahnya seseorang dari dimensi waktu dunia menuju alam kubur yaitu kematian. 

Berbicara tentang kematian tentunya menjadi suatu hal yang membuat kita menjadi semakin sedih dan speechless sendiri, terutama ketika sang pemilik berita meninggalkan dunia ini dengan cara yang tak terduga dan tiba-tiba. Masih jelas dalam ingatan kita tentang kepergian beberapa tokoh yang begitu mendadak akibat terkena serangan jantung atau kecelakaan. Dan bagi kita yang ditinggalkan mereka, selalu ada cerita tersendiri di balik kisah kepergiannya dan hikmah yang membuat kita semakin tersadar akan waktu yang begitu terbatas ini. 

Pagi itu, seperti biasanya, saya mengamati info2 menarik di dunia twitterland dalam ketika sedang di angkot atau di jalan. Secara ga langsung, saya membaca info perjalanan KRL yang dikicaukan oleh para penggunanya. Jika biasanya saya mendapatkan info jadwal keberangkat KRL di beberapa daerah tertentu, kali ini saya shock sesaat ketika membaca kicuan dari salah satu penumpang. "Terjadi kecelakaan motor yang keserempet KRL di Stasiun Pondok Cina. Korban tewas seketika" Begitulah kira-kira isi pesan yang saya baca. Karena penasaran, saya pun langsung menuju pemilik akun twitter yg di-retweet secara otomatis dari official twitter commuter line KAI. Ternyata disana disampaikan perasaan saksi mata yg menjadi penumpang di TKP. Dalam kicauannya, dia bercerita klo dia sempet trauma ga mau berdiri di sekitar jendela karena melihat dengan jelas kecelakaan tersebut. Saya jadi speechless dan ga tenang juga ngebacanya karena saya juga pernah berada di posisi yg sama dgn saksi mata tadi yaitu ketika dahulu kala, angkot yang saya tumpangi secara tidak sengaja jg menyerempet motor yg lewat sementara saya sedang melihat kejadian itu dengan jelas melalui sisi jendela.