Rapel trilogi Merah Putih! Yup, itulah yang paling saya tunggu-tunggu selama peringatan kemerdekaan Repubilik Indonesia yg ke-67 ini. Di hari itu, secara eksklusif, ada sebuah stasiun TV swasta yang menayangkannya selama sehari penuh. Jadi berasa minum obat aja, nonton trilogi ini sejak pagi, siang dan malam hari.hehe.
Film ini memang sengaja dibuat sebagai bentuk persembahan atas perjuangan kedua pamannya untuk mempertahankan kemerdekaan republik ini oleh Hashim Djojohadikusumo, Executive Producer dari trilogi film ini. Berlatar belakang perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada agresi militer Belanda I, sekitar tahun 1947-1949, film ini pun dimulai..
Merah Putih
Dibuka oleh adegan pembantaian salah satu keluarga tokoh utama film ini, yaitu Tomas (Donny Alamsyah) di tanah kelahirannya, Sulawesi yang akan menjadi kunci utama di akhir trilogi ini. Adegan selanjutnya membawa kita untuk melihat perjuangan para pejuang kemerdekaan ini yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Tentara Rakyat. Di sini kita melihat konflik yang terjadi karena adanya perbedaan latar belakang yang nantinya akan membuat mereka bersatu untuk memperjuangkan tanah air ini. Mereka adalah Soerono (Zumi Zola), seorang bangsawan yg hanya hidup berdua dengan kakaknya, Senja (Rahayu Saraswati); Marius (Darius Sinathrya), teman dekat Soerono yg jg seorang bangsawan yg angkuh; Amir (Lukman Sardi), seorang guru yg bijaksana sehingga menjadi kapten tim pejuang ini; dan Dayan (Teuku Rifky Wikana), seorang ahli pisau yang berasal dari Bali.